Halo Kawan

Welcome to my site dear fellow crafters and bloggers. Its all about everything I do and happen to me. You may just read or leave a comment is more than welcome. I hope every single words I've wrote here could inspire you. Happy crafting all. Just be my guest.

Monday, November 07, 2011

My life my choice...

Since I move into Lumajang city, my life become so hectic. I have to work from monday to saturday. Teaching Junior High student is lil bit different and give me more challange and new experience. But every choice has a risk. I have to stay far away from my hubby, I have no more time doing my hobby (read: crocheting n crafts). But this is my life my choice. I have more responsibility now. I have to enjoy it...

So just smileeeee.....this is the pic when I was in school....

This is me.....
By the way, Do I look like a teacher?hehehehe...

Friday, October 14, 2011

LOVE POEM

Kau bagaikan lautan yang tak pernah jemu kupandang, namun tak pula kuasa untuk kugenggam.
Kau bagaikan gumpalan awan yang selalu meneduhkan, namun terlalu tinggi untuk kuraih.
Kau bagaikan sang surya yang memberikan kehangatan dihariku, namun panasmu membakar keangkuhanku.
Kau bagaikan udara, yang tanpamu pun aku tak sanggup untuk hidup, namun menguasaimu pun aku tak mampu.
Kau bagaikan gunung es yang dingin dan angkuh, namun terkadang mampu menghembuskan angin segar ditengah gersangku.
Kau bagaikan hujan yang mencurahkan kasihmu dengan derasnya, namun ketika usai kau meninggalkan dingin yang menggigit hatiku.
Kau bagaikan pelangi, yang memberi warna-warni indah dihidupku, namun untuk memandangmu pun harus menunggu hujan menyambangiku lebih dulu.
Kau bagaikan embun yang menyejukkan dipagi hari, namun menyentuhmu pun aku tak mampu.
Kau bagaikan bintang yang menerangi dalam gelap, namun selalu menghilang dikala terang.
Kau bagaikan kerikil yang menggelitik disetapak jiwaku, walau terkadang menyakitkan, namun ketika kau menghilang tiba-tiba saja hatiku terasa hambar.
Kau bagaikan surga yang menjanjikan keindahan, namun untuk menggapainya aku harus bersusah payah menahan segala goda.
Kau bagaikan misteri bagiku yang tak pernah selesai mengajariku menerka dirimu sayangku..
Kau adalah cinta, yang bisa membuat hatiku tertawa, tapi terkadang membuatku menangis pilu saat kau tak disisiku.
Kau adalah segala sesuatu yang menjadi alasan bagiku untuk menguat dan bertahan.
Kau bagaikan medan magnet yang mampu menarikku dan membuatku berkata I LOVE YOU

Monday, June 13, 2011

Bross Rajut, a gift for a friend

Hellowww worldddd...ayem bek again.
Kali ini saya akan posting soal rajutan, lagi dan lagi
Jangan pernah bosen ya bacanya, coz memang itu aktifitas yang saya tekuni saat ini.
Rajutan kali ini bross bunga2, yang saya buat dari bahan benang katun halus dan dihiasi dengan manik2 mutiara. Bros ini bisa dipake sebagai asesoris kerudung, atau baju.
Bross ini saya kirimkan sebagai hadiah pada salah satu teman, Mbak Efa namanya, karena si mbak sudah sangat baik hati sekali dengan seringnya menghibahkan harta karunnya pada saya (baca: harta karun perajut itu benang, jarum kait, dan buku).
Karena si Mba sekarang sudah pake kerudung, maka insyaallah bros ini akan sangat bermanfaat sekali buat si mbak. So let check them out here...
Selamat merajut dan semoga terinspirasi...semangattttttttttttttttttttttttt..........


Friday, June 03, 2011

Blue Marine Crocheted Bag

Hello evribodiiii...Its been long time since I posted nothing here..
Karena oh karena saya sedang nomaden, maka dari itu segala aktifitas perbenangan dan perkerajinan tanganan sementara agak tersendat sendat. Tapi beberapa minggu yang lalu, akhirnya dengan cucuran keringat saya mampu menyelesaikan salah satu WIP terbesar yang pernah jadi project impian saya...ciyeee..bahasanya sekarang pake saya-saya an....hohoho.
Dibawah ini adalah gambar jadi dari si objek penderita pemotretan tadi siang..
Bahannya saya pake benang katun rami, dalamnya dilapisi kain katun, dan pake pegangan kayu bulet2 yang saya beli seharga 25ribu rupiah sepasang. Polanya dapat liat dari internet, tapi akhirnya saya modifikasi lagi biar lain daripada yang lain. Tas ini saya desain sedemikian rupa agar muat segala macam barang yang biasanya saya bawa ke skulah. Juga biar muat membawa lappy kesayang yang imut2 sebagai sarana buat tetap eksis diskul. Dannnn...inilah penampakan terakhir dari si Blue Marine Crocheted Bag..
So...demikian laporan terbaru dari dunia perblogingan saya. sementara karena jaringan nomaden masih melekat erat maka perblogingan akan sedikit terganggu dengan jarangnya saya bikin postingan.
Happy crocheting evribodi....n semoga anda menemukan sedikit inspirasi dari postingan kali ini.. ciaaayooo..

Saturday, April 23, 2011

Panen Udang Galah

Akhir tahun 2010 lalu, my hunny bunny sweety darl sempat ikuta pelatihan pembudidayaan udang galah yang diadakan oleh disnakertrans dikota kami. Hasil praktek dari pelatihan tersebut peserta mendapatkan jatah kolam dan bibit udang secara berkelompok. Karena ingin lebih leluasa bereksperimen maka suamiku memilih untuk membuat kolam dan membeli bibit udang dengan biaya sendiri. 
Setelah beberapa bulan, tadi pagi suamiku mengajak untuk memanen udang dikolam belakang rumah yang kami tinggali. Hanya ada 15 ekor saja yang bisa kami panen, karena sisanya mati.
So, jadilah siang tadi kami memasak udang bakar dengan bumbu madu dan saus tiram. Hemsss...maknyus sekali, terasa lebih sedap lagi karena hasil panen sendiri dan juga masakan sendiri..yummmmyyy. 

Friday, April 22, 2011

Hoodie Baby Jacket

Hoodie baby jacket ini pesenan dari temanku Shinta di Lumajang. Jaket ini sudah selesai semingguan yang lalu, tapi karena dirumah Lumajang aku tidak bisa mengakses internet dengan leluasa maka aku baru sempat mempostingnya sekarang. Shinta pesan jaket yang bisa dipake baby cewek umur satu tahun. Shinta ga suka warna pink polos makanya aku padu aja warna merah dan pink sembur sebagai kesan feminin. Jaket ini menggunakan benang katun lokal yg lembut dan aku model pake kancing biar lebih fleksibel dan kesan etnik aku pake kancing batok kecil, sebenarnya akan lebih asyik lagi kalau pake kancing buah atau mainan, tapi karena disini susah cari kancing variasi seperti itu jadi aku pilih aja kancing batok.
Shinta juga pesan agar jaket ini pake kupluk/hoodie, so jadilah jaket bayi ini seperti model difoto. Semoga terinspirasi kawan dan selamat merajuttt...

Sunday, April 10, 2011

HP Pouch Double Zipper

Lama sekali ga bisa posting diblog. Sejak pindah ke Lumajang beberapa minggu lalu aku agak susah online karena dirumahku didesa ga ada jaringan. Karena kepindahan yang mendadak jadi ga ada persiapan apa2. So, ga sempat beli modem, klo mo online harus ke warnet dulu dannn...karena aku tergolong males untuk ngopi2 hasil editan dan posting lewat warnet. 
Kemarin sempat coba posting disekolah pake hotspot, tapi sinyalnya ga bagus, so tertunda deh.
Nah hari ini aku sudah berada disinggasan lagi, wifi gratis dirumah sendiri..wkwkkw...
 Hp pouch ini aku buat secara dadakan sebelum ke Lumajang. Karena SEku ga mau dengan kartuku yg lama, dan aku jg ga mau ganti kartu, maka solusinya adalah aku ganti HP, dan karena aku masih ingin bawa SEnya, maka si SE aku isi dengan kartu baru. So, untuk mengcover keduanya maka aku berpikiran untuk merajut HP pouch yang akhirnya aku buat denga model double zipper. 
Lapisan dalamnya pakai kain tisu bermotif. Hp pouch ini selesai dalam sehari, lapisan aku jahit dengan mesin, hanya waktu menempelkannya ke rajutan saja aku pake jahitan tangan. Benangnya pake benang katun motif sembur...dannn..inilah dia si HP pouch rajuttt...

Tuesday, March 22, 2011

Bross Rajut, Lagiiiiiii.....

Bulan ini lagi banyak pesenan bross rajutan. Ini bross pesenan seorang teman di Cibubur. Warnanya terserah aku katanya, so aku buat aja satu lusin warna polos dan satu lusin lagi warna sembur. Bahan dari benang katun lokal dan ditengah-tengah dihiasi dengan manik-manik mutiara. Inilah penampakan para bross...
So, semoga terinspirasi ya teman-teman...

Friday, March 18, 2011

Selusin Bros Warna Warni order Mb Elsa-Bintaro

Hari ini baru saja menyelesaikan selusin pesanan bros warna-warni yang diorder oleh Mba Elsa di Bintaro. Bros ini aku buat dari bahan benang katun lokal warna polos dan sembur. Sebenarnya aku sudah menyelesaikan separuhnya beberapa hari yang lalu, tapi karena stok warna benang ga sampe selusin jadi aku order warna benang baru. So, tadi siang rombongan benang pesananku datang dan langsung saja kejar setoran sisa bros yang belum terpenuhi. Malam ini mereka dah komplit dan besok pagi siap berangkat ke rumah Mb Elsa di Bintaro...
Btw, bros ini aku kemas dengan kemasan plastik dannnn pake label yang baru dibuatin my hubby kemarin siang...yuhuu....jadi cantik deh.
So, happy crocheting everyone dan semoga terinspirasi....

Thursday, March 10, 2011

Its not just about a Money...

Lho kok ada gambar uwang??hehe...bener post kali ini aku ingin menulis tentang uwang, but its not just about a money...


Setiap orang kalau lihat uwang pasti akan suka, jujur aja secara realistis manusia hidup butuh uwang, meski uwang bukan segalanya, tapi hari gini hampir segalanya butuh uwang. Jangankan buat makan buat kencing ama BAB diterminal aja harus pake uwang, meski cuma seribu-duaribu rupiah, tetap saja itu namanya uwang kan?

Beberapa waktu lalu aku dan suami harus ke Lumajang (sebenarnya cuma aku sendiri sih, suami cuma nganterin) untuk mengurusi beberapa dokumen. Selain itu suami juga ada rencana untuk mampir ke tempat kenalan kami diJember karena ada urusan dengan per-warnet-an. So, jadilah kami berangkat berdua mengendarai si Pino, our best companion for this last 4 years. kami memang sangat suka sekali melakukan perjalanan dengan motor, selain cepet juga dirasa lebih hemat, ongkos yang dikeluarkan untuk bahan bakar bisa hampir separuhnya dari ongkos yang dikeluarkan jika naik bus. Kamipun mempersiapkan ongkos2 untuk pengurusan dokumen, warnet, bensin, oleh2 untuk orang rumah, dan juga ongkos untuk makan dan pengeluaran tak terduga lainnya (misal, sewaktu diLumajang ban kami bocor).

Semuanya sudah disesuaikan dengan perhitungan kami. Setelah urusan di Lumajang selesai, kamipun bergegas ke Jember, bertemu kenalan, teman, dan junior kami di kampus. Ketika bertemu teman2 pun tidak mungkin kami akan diam saja, tanpa mengajak mereka hanya sekedar makan bakso, kue ataupun ngopi dikantin, dan hal ini sebenarnya sudah masuk dalam perhitungan kami setiap melakukan perjalanan pulang. Maka hari itupun setelah segala urusan selesai kami memutuskan untuk segera pulang ke Panarukan, dan setelah cek n ricek barulah kami sadari bahwa uwang yang tersisa dikantong kami hanya 20ribu saja. Sebetulnya itu sudah lebih dari sekedar cukup untuk bekal kami sampe dirumah dengan mengendarai Pino. Setelah mampir pom bensin, akhirnya hanya tersisa 8rb rupiah saja dikantong. Lalu, hanya dengan bismilah saja kami memulai perjalanan pulang, berharap segalanya akan diberi kemudahan dan kelancaran hingga sampe dirumah, karena cadangan untuk pengeluaran tak terduga lagi sangat menipis. Alhamdulillah, akhirnya kamipun sampe dirumah dengan selamat ditemani oleh uwang sebesar 8ribu rupiah tadi.

Kami merasakan uwang 8ribu rupiah itu sangatlah berharga selama perjalanan kami pulang. Mungkin akan terasa beda sekali rasanya jika uwang 8ribu rupiah itu kami miliki saat ada dirumah, untuk belanja harian saja, uwang sebesar itu jaman sekarang hanya dapat daging ayam 1/4kg dan tempe sepotong, dan tahu 5 biji, belum lagi bumbu2nya, maka tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari. Mungkin saat dirumah aku akan merajuk ke suamiku untuk menambah uang belanja barang 5rb lagi agar cukup sekalian membeli bumbu untuk memasak. Tetapi tiba2 saja aku merasakan betapa besarnya makna uwang 8ribu rupiah itu ketika kami dalam keadaan terdesak tanpa ada dana cadangan lagi. Aku bisa merasakan apa yang orang lain rasakan ketika mereka hanya memegang segelintir uwang untuk menjalani hidupnya hari ini, atau bahkan juga untuk esok harinya. Aku juga teringat lagi ketika masa2 perjuangan sewaktu kuliah dulu, bapakku yang hanya seoarang PNS guru dengan 2 orang anak dibangku kuliah dan seorang dibangku SMA, maka saat itu kami (aku dan adikku) hanya bisa menjalani kehidupan yang sederhana selama diperantauan. Tapi aku merasa senang dan bangga, karena kami bisa melewati itu semua dengan baik, terbukti kami mampu lulus dan menjadi sarjana tanpa harus berlama2 membuang uwang ortuku lebih banyak lagi (meski kelulusanku agak sedikit telat dibandingkan teman2 yang lain).

Ketika akhirnya aku dan adikku mampu menghasilkan uang sendiri dengan bekerja, maka rasa akan perjuangan itu semakin membuat kami dewasa. ketika teman2 sepantaran kami hanya bisa kuliah dan meminta uang dari orang tua, kami bisa menjalani kuliah dan bekerja dan menhasilkan sesuatu darinya. Pino ini adalah perwujudan dari perjuanganku dan suami (sewaktu pacaran dulu kami sama2 kuliah sambil kerja dan akhirnya memutuskan untuk mengkredit motor bersama) dan alhamdulillah sampe sekarang Pino masih menemani kami. Maka sebenarnya ketika kita dihadapkan dengan uwang, seberapapun besarnya tidak akan pernah mencukupi jika disandingkan dengan keinginan manusia yang semakin lama semakin meningkat, namun ketika dalam keterbatasan kitapun akhirnya akan menyadari, bahwa besar kecilnya makna uwang itu tergantung dari sudut pandang mana dan keadaan apa yang sedang kita alamin. Boleh jadi untuk saat ini memang hampir segalanya butuh uwang, tetapi tetap saja uwang itu bukan segalanya. Ada poin2 tertentu dalam hidup kita yang tidak terbeli oleh uwang, kebahagiaan, kepuasan, rasa senang, kemauan untuk berbagi dengan yang lain, dan kehidupan itu sendiri. Seberapa banyakpun uwang yang kita miliki, takkan bisa mengganti nyawa yang sudah waktunya berpulang pada sang Pemilik, tapi dengan adanya uwang, mungkin kita bisa melakukan lebih banyak hal lagi dalam kehidupan kita.

Moral of the story: ketika kita dihadapkan dalam keterbatasan, maka mungkin kita baru akan menyadari betapa besar karunia yang pernah kita dapatkan dan nikmati selama ini. Its not just about a money, but its about how we appreciate n treat it in our life. It could be a friend of us, but it could be something that destroy our life a lot.
Related Posts with Thumbnails